Persiapan Memasuki Kehidupan Kost Part 2

May 11, 2016 No Comments by

Seperti janji saya tadi ya guys di info kost, so artikel ini merupakan lanjutan dari persiapan memasuki kehidupan kost part 1

Menata dan melengkapi kamar kost
Di manapun berada, kenyamanan tempat tinggal penting. Oleh sebab itu, bagian menata dan melengkapi kamar kost sangat penting agar bisa betah nge-kost.Ada tempat kost-kostan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dasar, misalnya kasur dan meja belajar; ada pula yang hanya kamar saja. Maka itu, jika sudah menentukan pilihan tempat kost, segera catat barang-barang apa saja yang perlu dimiliki. Ada orang tua yang rela mengantarkan pindahan barang dari rumah, namun banyak pula yang harus mencari sendiri barang-barang perlengkapan kamar. Untuk itu, perhatikan anggaran yang dimiliki. Tidak harus membeli barang baru, banyak kakak angkatan/tetangga kost yang hendak mau pindah bisa didekati lantas membeli barang-barangnya. Jika di Groningen, bisa mencari di second hand shops dengan kualitas yang masih bagus tetapi harganya murah.

Belajar Berpikir dan Berprioritas
Karena harus mengatur segala sesuatunya, nge-kost menjadi tempat belajar berpikir dan mengatur hidup. Karena tinggal jauh dari orang tua, mereka yang nge-kost mau tidak mau harus berpikir bagaimana agar hidup terus berjalan secara normal. Mereka perlu berpikir mengatur keuangan yang terbatas, namun kebutuhan dan keinginan yang tan batas. Maka itu, mereka perlu membuat skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan kepentingan, termasuk menyisihkan uang sebagai tabungan. Ketika harus menyusun rencana seperti itu, maka secara tidak langsung kita banyak belajar dan merasakan bagaimana orang tua mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan pelajaran tersebut, akan bermanfaat untuk masa depan ketika berkeluarga nanti. Cek juga kost yogyakarta agar lebih tahu.

Belajar mandiri
Selain dalam hal keuangan, nge-kost juga menjadi media belajar hidup mandiri. Jika sedari kecil banyak tergantung dengan peran orang tua, maka ketika nge-kost, segala sesuatu harus mulai dikerjakan sendiri,misalnya memasak, mencuci baju, membersihkan kamar, bangun pagi untuk ke sekolah/kuliah/bekerja. Mungkin sekarang banyak jasa-jasa yang dibuka untuk menyasar para penghuni indekosan; misal laundry kiloan, katering etc; namun sekali lagi berpulang ke masing-masing individu bagaimana skala prioritas mengatur finansial dan waktu sehingga hidup di indekosan bisa berjalan dengan normal dan nyaman.

Konsekuen pada pilihan
Pada titik tertentu, saya seringkali merasakan sangat berat hidup jauh dari orang tua, apalagi ketika jatuh sakit. Segala sesuatu harus dirasakan, dipikirkan dan dikerjakan sendiri, tanpa ada keluarga. Baru bangun tidur sudah berpikir banyak hal, sementara ketika berada di rumah, segala sesuatu sudah tersedia. Namun, saya banyak belajar supaya saya konsekuen dengan pilihan untuk hidup nge-kost. Itu sudah menjadi pilihan saya, berarti saya harus menghadapi konsekuensi atas pilihan tersebut. Saya harus rela kehilangan kesempatan mencicipi masakan Emak, kehilangan kebersamaan dengan keluarga dan sebagainya. Namun, saya percaya kalau saya akan mendapat banyak pelajaran hidup dari pilihan itu.

Pembahasan akan berlanjut di artikel selanjutnya, mohon jangan dilewatkan karena kita akan memasuki babak akhir dari pembahasan ini.

Tips

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Persiapan Memasuki Kehidupan Kost Part 2”

Leave a Reply